Tukik dan Sampah di Pantai Kuta Bali

Ada yang menarik di Pantai Kuta Bali pada petang itu. Sabtu (22/6/2013) ribuan turis mancanegara dan lokal dengan riang gembira melepaskan tukik atau anak penyu ke laut yang ada di Pantai Kuta Bali. Kegiatan tersebut merupakan salah satu dari rangkaian acara “Bali’s Big Eco Weekend” (BBEW) yang dinisiasi oleh korporasi minuman raksasa Coca Cola Indonesia, Garuda Indonesia, dan Quicksilver.

Kegiatan sosial tersebut juga dirangkaikan dengan aksi bersih pantai oleh para wisatawan dan gerakan menanam pohon di sekitar area Pantai Kuta Bali. Dalam acara tersebut juga turut hadir Ilyas Asaad, Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Pelepasan-Tukik-di-Kuta-Bali

Sebanyak 220 kg sampah berhasil dikumpulkan oleh para wisatawan dan partisipan. Jumlah yang terbilang kecil jika dibandingkan dengan kegiatan serupa yang dihelat pada tahun lalu.

Erich Rey, Presiden Direktur PT Coca Cola Company Indonesia mengungkapkan antusiasmenya terhadap kegiatan tersebut setelah menyaksikan masyarakat saling bahu membahu untuk membuat lingkungan mereka menjadi lebih indah dan lestari.

Kegiatan ini memang bertujuan untuk melibatkan semua lapisan masyarakat terutama pemerintah dan stakeholder yang berkepentingan terhadap dunia pariwisatanya di Bali agar lebih penuli terhadap kelestarian dan keindahan Pantai Kuta Bali.

Senada dengan Erich, Paul Hutson CEO Quicksilver Asia Tenggara menyatakan kebanggaannya bisa berpartisipasi penuh dalam kegiatan pelestarian di Pantai Kuta Bali Tersebut. Ia mengatakan bahwa Qucik Silver sudah jadi bagian dari Indonesia.

Sedangkan Heryanto, EVP Human Capital and Corporate Affairs Garuda Indonesia mengungkapkan bahwa pihaknya punya komitmen untuk menjaga kelestarian alam Pulau Bali dibuktikan dengan keikutsertaaan Garuda Indonesia dalam kegiatan ini. Perusahaan negara tersebut menyumbang 500 bibit pohon untuk ditanam di sekitar Pantai Kuta.

Kegiatan ini pertama kali di gelar pada tahun 2008 dengan tajuk Bali Beach Clean Up yang awalnya fokus pada permasalahan sampah yang merupakan masalah klasik di Pantai Kuta. Garuda Indonesia kemudian bergabung pada tahun 2012 dan langsung menyumbang rakit sampah sebanyak dua unit untuk membantu pengkatan sampah di pantai dan laut.

Alit Wardanan toko masyarakat Kuta, Jimbaran, Seminyak, Kedonganan dan Legian mewakili masyarakat mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat baik dan terus dilakukan setiap tahunnya karena makin tahun antusiasme masyarakat makin tinggi. Kegiatan positif yang mesti di dukung, bagaimana dengan anda?

One Reply to “Tukik dan Sampah di Pantai Kuta Bali”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *